Halaman

Senin, 28 Oktober 2013

Belajar & Berjuang (Refleksi 28 Oktober)

Senin 28 Oktober 2013 adalah hari dimana sebagian pemuda Indonesia mengekspresikan kebanggaannya sebagai bagian dari pemuda Indonesia yang tumbuh dengan penuh rasa cinta pada ibu pertiwi/nusantara/ NKRI ... Pun sebagian lagi masih terjebak dengan rutinitasnya melalui konsistensi dan loyalitas pada tuannya namun ku yakin sebagai pemuda mereka tetap punya cara tuk mengekpresikannya.

Apapun bentuknya semua pemuda seharusnya merasakan hal yang sama bahwa tekad itu harus dipertahankan dan siapapun dia  harus bangkit dan bangga karena dirinya adalah pemuda Indonesia yang berbangsa satu yakni bangsa Indonesia, berasal dari tanah air yang satu yakni tanah air Indonesia, dan berbahasa satu yakni bahasa Indonesia.

Sudah lebih dari setengah abad sumpah itu di dengung-dengukan oleh pemuda lalu apa kata mereka yang sudah tua, pernahkah kalian memperhatikan reaksi mereka, apakah mereka juga merasa bangga karena pernah muda, apakah hanya rasa kecewa yang berselimut pada hatinya karena harapan itu belum ia temui, ataukah masa muda itu yang kini berubah menjadi sebuah penyesalan yang selalu menghantuinya? Maka kepada para pemuda yang sedang berbangga, pastikanlah dirimu tetap akan bangga di masa tua nanti dimana refleksi 28 oktober akan tetap bergema dari sabang sampai merauke...

Momentum ini adalah salah satu jalan tuk menuju pada kemerdekaan hakiki tidak diperbudak oleh siapapun dan oleh apapun, pemuda hanyalah milik-Nya dan oleh karena-Nya-lah pemuda bertekad, pemuda bangkit,  pemuda berikhtiar, pemuda belajar, pemuda bertindak, pemuda beramal, pemuda bersemangat, pemuda terus berjuang dalam rangka mencapai keridhaanNya...

Hidup Pemuda Indonesia!!!
#Belajar & Berjuang Nak Rantau... By: Mr.@ndi

Rabu, 23 Oktober 2013

#Tenanglah_Jiwa


Malam semakin gelap keheninganpun semakin terasa, detakan dari jam dinding itu semakin menggema lalu muncul aluanan suara cecak dari balik jam itu menyatu dalam irama keheningan malam seakan memberi isyarat bag alaram yang menandakan adanya sesautu. Entah ada apa tiba-tiba simponi heningnya malam itu membuatku terjaga dari tidur yang tak kusengaja lakukan, dengan beratnya kucoba menggiring sepasang bola mata kearah detakan jam yang terdengar kencang ditelingaku, pukul 02.06 jelas terlihat disana.

Gelombang gamma ottakku pun mulai berpindah ke gelombang beta sehingga ditengah keheningan malam yang tidak biasanya, dirikupun menjadi sadar sepenuhnya bahwa letihku telah membuatku lupa tuk bertemu pada-Nya melalui shalat isya... Astagfirullahulazim... aku belum melaksanakan kewajiban itu jeritku dalam hati... akupun mulai beranjak tuk mengambil wudhu membasuh anggota tubuh dengan sentuhan dinginnya air dikeheningan malam itu lalu kubersegera bercengkrama dengan-Nya.

Malam 24 okteber tidaklah seperti malam biasanya, bagiku rabu malam ini serasa ada yang spesial dari beberapa malam sebelumnya, sebenarnya aku tak mengerti dimana spesialnya malam ini namun kesyukuranku atas Khusukku telah mengubah susana hatiku yang beberapa malam sebelumnya dilanda kegalauan yang memotivasi diriku menggoreskan pena pada tulisan “#RintihanHati”. Mungkin jawaban yang aku cari itu mulai menemui titik terang, bahwa sebenarnya Engkaulah yang seharusnya kutemukan ya Rabb "bukan dia ataupun diriku". setidaknya ketenangan jiwa yang selama ini terusik mulai terpulihkan dari sakitnya. Alhamdulillah... terima kasih ya Rabb atas segala nikmat yang Engkau berikan.

Kumohon ampunan-Mu atas kelemahan hatiku menerima ujian-Mu selama ini ya Rabb... Pantaskah diriku mengeluh pada-Mu ataukah hanya rasa syukurlah yang seharusnya ku panjatkan pada-Mu ya Rabb.. setidaknya “rintihan hati” itu adalah sebagian dari tanda kebesaran-Mu yang seharusnya menenangkan jiwaku...


Alhamdulillah... aku mulai mengerti akan Kebesaran-Mu
#TenanglahJiwa Nak Rantau... by: Mr. @ndi

Senin, 21 Oktober 2013

#RintihanHati

Ingin kumulai coretan ini dengan sesuatu yang bisa mencengangkan semua orang namun kutak mampu menemukan sesuatu itu dari setiap titik saraf otakku ... Astagfirullahulazim kutak ingin menjadi riya’ oleh hal semacam itu, karena sebenarnya yang kuingin hanyalah diriMu dengan segala perhatianMu ya Rabb...

Semenjak kaki ini kulangkahkan di bagian bumiMu yang lain keseharianku tak ubahnya mirip dengan semua orang, kuslalu berada di tengah keramaian dan kerumunan orang banyak, pun kumerasa tak pernah terpisah dari sisi sosialku yang terus menggejala namun kusungguh tak mengerti akan realitas hidup ini, mengapa semakin lama kumerasa semakin sendiri? mengapa hidupku serasa semakin semu? Mengapa jiwaku begitu kosong? Apa yang sebenarnya terjadi pada diriku?


Gelisah... ada apa dengan semua ini, kupun mulai tak nyaman dengan diriku sendiri, benarkah yang kubutuhkan adalah ciptaan-Mu yang mawujud  menjadi sosok yang penyayang dari tulang rusukku yang belum kutemukan... Pun hanya dengan izinMu menyempurnakan tuntutan agamaMu yang kuanut, kelak akan kupenuhi. Rasa kasih dan sayang yang Kau ciptakan bagi yang berpasangan memang sungguh mengusik kesendirianku, namun yang kuharap hanyalah ridhoMu ya Rabb...


Pun untuk saat ini kumerasa tak siap menghadapi penyatuan suci itu karena sesungguhnya kuberhijrah dari tanah kelahiranku niatnya bukan itu. Kuhanya mencari secuil Ilmu dariMu yang Maha berilmu, kuingin tetap fokus tuk dapat menyelesaikan studiku yang segera berakhir masanya sebagaimana janjiku pada orang tuaku, dan skali lagi kumengharap RidhoMu Ya Rabb...


Ini bukan soal sensasi mungkinkah menemukan dia yang Kau janjikan adalah solusi ataukah mungkin menemukan siapa diriku adalah jawaban yang sebenarnya kucari atas gelisahku selama ini ...


Astagfirullahulazim, Aku mulai lelah dengan semua ini ...

#RintihanHati Nak Rantau...by: Mr. @ndi