1 November hari dimana kumelihat rekanku melaju selangkah
lebih maju, upayanya selama ini akhirnya berbuah gemuruh tepuk tangan yang
memantul lalu sembunyi mengingatkanku pada kebiasaan dulu yang telah lama tak terlontar
dari hentakan sejumlah tangan yang luar biasa itu. Sejenak aku termenung
melihat beberapa hasil karya rekanku yang selama ini kusepelekan.
Astagfirullah... sepertinya kekeliruan besar ada di depan
mataku, kupun mulai merasa tertinggal jauh, lalu inginku tuk memulai apa yang
sejatinya telah terabaikan selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan
lamanya seakan teriak dan mencoba menyadarkanku dari keterlenaan akan indahnya
dunia sosialita.
Ya mungkin petuah itu benar bahwasanya selama ini kuterlalu
sibuk memperhatikan mereka yang belum tentu memperhatikanku dan itu adalah kekeliruan yang
amat besar maka tidak heran yang kutemui hanyalah kesia-siaan. Mungkin ada
baiknya tuk mempertimbangkan candaan sahabatku tuk menyita fasilitas yang
selama ini menyibukkanku dan membuatku buta dari tuntutan itu.
Kupun mulai bertanya benarkah solusi dari problemku adalah
tawarannya yang terdengar konyol namun ada benarnya, atau apakah karena komitmenku
tidak lagi sejalan dengan konsistensi yang seharusnya kujaga. Pun rasanya kutak
sanggup menjalani keseharian tanpa "dunia mereka" yang selama ini membuatku
nyaman meskipun melahirkan beban atas tuntutan itu.
Oh my God ... kumasih tak mengerti dengan keberadaan mereka
(dunia sosialita) yang telah merwarnai hari-hariku, dan sepertinya kebingungan
itu semakin menggejala karena memahami diri sendiripun bukanlah keahlianku. Sungguh kutak ingin menyalahkan siapapun yang kuingin hanyalah memperbaiki sesuatu pada
diriku tuk segera bangkit mengejar impianku dan kuyakin semangatku akan tetap setia
menuntunku ke sana ...!!!
InsyaAllah ... ya Rabb...
Aamiin
#Membunuh_Gelisah Nak Rantau By: Mr @ndi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar